Tahukah kalian? Mereka yang kuliah atau studi di Australia, berkesempatan untuk bisa bekerja (part time) di Australia, sambil menyelesaikan studinya. Dibawah ini kami akan mengupas lebih jauh apa dan bagaimana detail dan prosesnya.

Bagaimana Gambarannya?

Adalah sebuah aturan dari Imigrasi Australia, yang menyebutkan semua siswa / mahasiswa di Australia, untuk bisa bekerja (part time di Australia) sambil kuliah. Dan didalam peraturan saat ini, siswa / mahasiswa hanya dapat bekerja selama 40 jam per 2 minggu saat masa kuliah, dan tidak terbatas saat masa liburan (dalam setahun, di Australia biasanya terdapat 8 bulan masa kuliah, dan 4 bulan masa liburan).

Penghasilan dan Jam Kerja

Seperti yang kami jelaskan di estimasi pengeluaran dan pendapatan↵, pekerjaan tidak dicarikan oleh pemerintah Australia, tapi kalian harus mencari pekerjaan itu sendiri (mulai dari mengirimkan surat lamaran↵, dan interview), yang bagi sebagian orang, memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Untuk penghasilannya sendiri, itu dihitung per jamnya. Tergantung dari kontrak yang kalian terima, kalian kemungkinan mendapatkan sekitar AUD 10 – 25 per jamnya (sekitar IDR 100.000 – 250.000). Masih ingat 40 jam yang kami ceritakan diatas? Waktu kerja kalian sebenarnya, nanti akan ditentukan oleh manager tempat kerja kalian. Apakah itu 30 jam, 20 jam, 10 jam, atau mungkin 5 jam. Banyak hal yang berpengaruh terhadap hal ini, seperti availability kalian, kinerja, hubungan dengan manager dan rekan tim, performa, dll. Banyak orang yang bekerja di lebih dari 1 pekerjaan, namun jam total harus lebih kecil dari 40 jam/2 minggu (peraturan imigrasi).

Seputar Kuliah di Australia

Jika kalian sudah membaca hingga dibawah, kami rasa anda sudah antusias dengan kerja sambil kuliah di Australia. Namun, sebelum anda terburu – buru untuk mengurus aplikasi anda, ada baiknya untuk mengetahui kenapa tidak semua orang bisa kuliah di Australia.

Apabila kalian berencana untuk kuliah di Australia, nantinya kalian akan menggunakan visa kuliah / student visa. Nah, seperti yang kami jelaskan di banyak artikel kami, semua visa memiliki persyaratannya sendiri. Dan begitupun dengan student visa.

Beberapa diantaranya seperti :

  • PASPOR – Anda harus memiliki paspor yang aktif (paling tidak 1 tahun)
  • BUKTI KEUANGAN – Untuk kuliah, kalian paling tidak harus memiliki dana selama 1 tahun di Australia. Yang terdiri dari 1 tahun biaya kuliah, 1 tahun biaya hidup, dan tiket pesawat (PP). Bukti ini nantinya harus mengendap selama 3 bulan, serta ditunjukkan ke Imigrasi Australia untuk verifikasi.

  • KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS (IELTS) – Kalian sangat disarankan untuk mengikuti tes IELTS sebelum memulai pendaftaran kuliah di Australia. Untuk kemudian, disesuaikan dengan standar bahasa di kampus tujuan.

  • BACKGROUND CHECK – Imigrasi nantinya akan meminta anda membuat surat pernyataan, yang berisi tujuan, dan alasan anda kuliah di Australia, dan kondisi anda & sponsor saat ini di negara asal (untuk detail mengenai alasan dan kondisi, bisa lihat detailnya di GTE Australia↵Banyak yang sudah ditolak dikarenakan hal ini.

PS : Untuk kalian yang masih SMA, Diploma, S1, ataupun S2 yang akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di Australia, kesempatan kalian untuk mendapatkan visa akan sangat lebih besar dibandingkan yang tidak (kembali lagi ke GTE↵) Apabila kalian memerlukan bantuan untuk kuliah di Australia, bisa menghubungi education ONE↵.

Ada banyak peraturan lainnya seperti medical checkup, asuransi, pemilihan akomodasi, dll (tidak mau masuk ke kuliah terlalu dalam). Biarkan konsultan pendidikan yang menangani hal ini.

BISA MEMBAYAR KULIAH DENGAN KERJA?

Ada beberapa yang mengatakan bisa, ada pula yang tidak. Kami tidak ingin berspekulasi terlalu dalam hal ini. Dikarenakan selain membayar kuliah, kalian juga perlu membayar biaya sehari – hari di Australia, seperti kos, makan + minum, transportasi, dll (Semua itu nantinya juga ditentukan oleh pola dan gaya hidup, penghasilan, dan kehematan anda sehari – hari di Australia).

2017-08-07T10:48:41+00:00 June 18th, 2016|

Leave A Comment