Isu imigrasi menjadi fokus isu yang di utamakan oleh pemilih Australia, menurut Ipsos poll isu ini mengalami penurunan dari 8 menjadi 6 kekhawatiran umum. Topik ini dapat memecah belah kedua pihak, dan topik ini juga yang telah memisahkan tim Labor dan Koalisi, mengingat mereka miliki pandangan yang berbeda. Menurut ABC’s VoteCompass pemilih pihak kiri menginginkan lebih banyak imigran sedangkan pemilih pihak kanan menginginkan adanya pengurangan imigran. Jika bertemu dengan imigran dan pengungsi, ini adalah topik yang akan dibawah oleh kedua belah pihak.

Jika Labor memenangkan pemilihan

Imigran yang berpengalaman akan di bayar lebih, dan itu akan lebih mudah untuk membawa orangtua mu ke Australia.

Labor telah menyatakan hal tersebut adalah pendekatan jangkan panjang untuk meningkatan imigran, walaupun begitu, mereka belum mengumumkan kebijakan terkait dengan imigran.

Tim oposisi telah membuat beberapa janji mengenai beberapa visa, termasuk mengakhiri batasan 15.000 tempat visa Orangtua yang dapat dikunjungi. Labor akan mengenalkan visa “Long Stay Parent” yang mengizinkan keluarga untuk membawa kedua orangtuanya. Biaya untuk visa ini mengalami penurunan: Untuk visa 3 tahun yang awalnya dikenakan biaya $5,000 akan menjadi $1,250, sedangkan untuk visa 5 tahun yang awalnya $10,000 akan turun menjadi $2,500.

Pada desember tahun ini, Labor juga mengumumkan akan meningkatkan kisaran pendapatan Temporary Skilled Migration dari $53,900 menjadi $65,000 per tahun. Menurut  laporan ABC ada satu pandangan yang disepakati oleh kedua partai yaitu: berdasarkan kesepakatan yang dibuat oleh Labor dan Koalisi, bahwa imigran harus menunggu selama 4 tahun sebelum mereka dapat mengakses pembayaran kesejahteraan seperti Newstart atau kartu konsensi.

Australia akan menerima 8,250 lebih pengungsi dalam setahun di bawah Pemerintahan Labor.

Labor berencana untuk meningkatkan asupan tahunan pengungsi dari 18.750 setiap tahun menjadi 27,000, namun telah di revisi menjadi 32,000. Penambahan 5,000 ini tidak akan membebani pajak, namun akan di danai oleh komunitas, gereja atau pemerintah lokal.

Berdasarkan angka dari Departemen Keuangan, mereka menempatkan biaya Kebijakan Labor’s refugee sebanyakan $6,2 miliyar untuk 10 tahun lebih., hal ini yang di katakana sebagai “pengkhianat prioritas” oleh Scott Morrison. Menurut SBS, angka yang sama dihilangkan oleh Labor sebagai “kesalahan dan berlebihan”. Labor juga menjanjikan $500 juta untuk Komisi Tinggi PBB untuk pengungsi.

Jika Koalisi Liberal-Nasional memenangkan pemilihan…

Akan ada 30.000 lebih sedikit migran per tahun.

Sebagai bagian dari Anggaran Federalnya yang diluncurkan pada awal April, Pemerintah akan memangkas plafon migran permanen dari 190.000 setiap tahun menjadi 160.000.

Itu berarti kerugian kumulatifnya ada 120.000 tempat dalam empat tahun antara 2019-20 sampai 2022-23

Koalisi juga telah berjanji untuk memompa $ 64,2 juta ke dalam “langkah-langkah kohesi sosial” yang bertujuan untuk membantu para migran menetap di Australia. Uang itu akan digunakan untuk membuat pusat komunitas nasional, mendanai hibah olahraga lokal, program bahasa komunitas, serta inisiatif keanekaragaman dan pemahaman.

Namun, kekhawatiran tentang dampak ekonomi yang merugikan dari penurunan tingkat migrasi telah diajukan sebelumnya.

Ketika Perdana Menteri NSW Gladys Berejiklian, pada Oktober tahun lalu menyerukan untuk “hentakan” dalam tingkat migrasi negara bagian, untuk dibelah dua menjadi 50.000 per tahun, angka- angka telah menunjukkan ekonomi negara akan menjadi lebih buruk $ 130 miliar untuk itu.

Dan kami tidak akan mengambil pengungsi lagi dari yang telah ada

Di sisi yang berlawanan dari pagar untuk buruh, Scott Morrison mengumumkan pada akhir April bahwa Koalisi akan membekukan asupan pengungsi Australia yang ada saat ini dan telah dikurangi menjadi 18.750 jika memenangkan pemilihan berikutnya dalam upaya untuk mengurangi kemacetan di kota-kota besar.

“Kami membekukan tingkat imigrasi pada tingkat yang telah kami kurangi”, kata Morrison kepada radio ABC pada hari minggu 28 april seperti yang dilaporkan di SBS.

“Kami membuat keputusan tentang siapa yang datang ke sini berdasarkan apa yang menjadi kepentingan Australia,” kata Morrison.

Pengungsi juga akan didorong untuk menetap di wilayah regional daripada di ibu kota Australia.

“Kami memberi tahu darimana kami akan mengambil migran, mereka akan menjadi siapa, keahlian apa yang kami inginkan untuk mereka miliki, dan untuk menetap bekerja di daerah kota yang membutuhkan lebih banyak pekerja, keahlian dan pelajar,” kata perdana mentri.

Namun, seorang akademisi UNSW berpendapat bahwa pemerintah harus membendung pariwisata internasional serta tingkat migrasi jika benar-benar ingin mengurangi tekanan infrastruktur Australia.

2019-05-14T16:52:53+08:00 May 14th, 2019|

Leave A Comment