Australia mungkin adalah negara terbaik di dunia sebagai tempat tinggal.
Sebuah perbandingan yang dilakukan oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Perkembangan Ekonomi (OECD) dari negara-negara terkaya dan paling cepat berkembangnya, menempatkan Australia sebagai pemegang ranking pertama.
Studi tentang The How’S Life di sana dilakukan tidak pada pada sektor ekonomi, tetapi lebih daripada itu juga memaparkan tentang angka harapan hidup, jam kerja dan tingkat polusi. Australia adalah yang terbaik di antara yang lainnya. Australia memiliki tingkat pendapatan yang tinggi dan juga perkembangan kesejahteraan rumah tangga.
Angka harapan hidup yang ditunjukkan Australia adalah di atas 83 tahun. Dibanding dengan Amerika, New Zealand dan Kanada, orang-orang Australia memiliki catatan kesehatan yang tergolong baik bahkan sangat baik.
Angka pembunuhan dan kasus penyerangan tergolong rendah di Australia dan mereka sangat senang untuk mengatakan bahwa mereka puas dengan kehidupan mereka.
Peringkat tersebut tidak mencengangkan bagi Lee Buckingham, 43, seorang pendatang dari London yang mengunjungi Perth dalam rangka liburan dan tidak pernah kembali ke rumahnya lagi.
“Kenapa saya ingin kembali,” katanya. “Anda bisa pergi ke pub, pantai, ke kota – Anda sudah memiliki banyak hal yang berbeda yang bisa dilakukan.”
Orang-orang bilang itu membosankan tetapi menurutku itu tidak demikian.
Lee Buckingham berada di Kings Park dengan kolega-koleganya kemarin, berolah raga selama satu setengah jam sebelum ke Festival Melbourne Cup.
Lee yang tinggal di salah satu suburb di Perth bernama Iluka menyebutkan bahwa peringkat sebagai “negara yang beruntung” masihlah benar.
“Kupikir tidak ada di belahan negara lain di mana Anda bisa berlari-lari ketika waktu makan siang Anda tiba dan mendapatkan pemandangan yang seperti ini,” katanya.
Kerrie Smith, yang tinggal di Osborne Park, mengatakan bahwa gaya hidup khas pesisir di Australia sulit untuk dikalahkan.
“Kami pada dasarnya hidup di sekitar perairan Australia karena di tengah-tengah negara ini hanya ada gurun,” katanya.
“Berada di sekitar pantai dan lingkungan pesisir, kupikir membuat Anda sedikit lebih positif.”
Hanya ada sekitar 15 persen dari orang Australia yang bekerja 50 jam seminggu, jumlah ini lebih sedikit dari Turki, Meksiko, Israel dan Cili.
Negara ini juga di bawah rata-rata OECD dalam kategori waktu yang dipakai tiap harinya untuk waktu senggang atau perawatan pribadi.

